learnfrommistake

Apa yang seharusnya terjadi dengan Professional Trader?


Apa yang seharusnya terjadi pada kita setelah menjadi professional trader..?
Kekayaan kah? Boleh jadi.
Tetapi tetang “kekayaan materi” itu sifatnya sangat relatif.
Indikator kaya-atau-tidaknya seseorang dapat diukur dari average masyarakat,
diukur oleh perspective sang penilai, atau diukur oleh egonya sendiri 🙂


Mungkin karena belum banyak tempat yang saya kunjungi, hingga belum sempat saya menemukan seseorang professional trader yang menyebut dirinya sebagai “master trader”.
Istilah yang paling sering disebut untuk seseorang atau tetang pembelajaran forex adalah : “mastering”, “mentor/guru”, “coach”.

Saya memahami kata “mastering” itu sebagai “kemampuan seseorang menguasai teknik-teknik, object-object atau sistem tertentu. Termasuk dalam keilmuan forex trading”. Dimana istilah ini memiliki artinya luas yang tidak hanya dilekatkan pada forex/trading saja.

Istilah “master trader” –bagi saya– hanyalah sekedar pemberi kesan “wah” untuk seseorang trader. Dan maksud seseorang menyebut dirinya atau orang lain dengan kesan ini, mungkin untuk menarik/mencari keuntungan tertentu.

Istilah “mentor”, “guru” atau “coach” itu tampak terasa lebih smooth, lebih elegan karena berkesan “pemberi pendidikan/ilmu”, atau “yang bekerja memberi pencerahan”.

Dengan tulisan ini saya hanya sekedar share apa yang saya pahami saja, yang masih sangat jauh dari apa yang sebenarnya tersedia di semesta trading forex.

Saya lebih menyukai dengan hanya 2 istilah/kategori trader yaitu; “Trader” & “Professional Trader”. Dengan hanya 2 level trader ini jenjang di antara para trader menjadi lebih sempit, tidak bias, berkesan akrab, friendly, smoothly, calmly dan silently.

———

Kembali kepada pertanyaan pertama : “Apa yang seharusnya terjadi pada kita setelah menjadi professional trader..?”
“Yang seharusnya terjadi”, ini adalah kalimat penegasan sebagai indikator pencapaian tertinggi seorang trader.
Seorang professional trader pasti sarat dengan pengalaman, loss and profit, win and lose, jam terbang yang tinggi. Ilmu pengetahuan dan pemahaman teknik trading yang dimiliki oleh pro-trader jelas lebih banyak dari kita, trader.

Apa hal besar yang saya temui dari mempelajari pengetahuan dan cara trading mereka?
Adalah “psikologi trading”. Tentang psikologi trading ini sangat kental saya temui, benang merah diantara mereka, para professional trader itu.
Pengetahuan dan praktek “psikologi trading” lah yang menjadikan mereka “berbeda” dengan kita (setidaknya berbeda dengan saya )

Menekuni bisnis forex memang melibatkan hal hal yang berkaitan dengan psikologi sang trader. Itu lah kenapa banyak artikel dari para pro-trader yang mengajarkan kita tentang pengendalian emosi, keserakahan, harapan yg berlebihan, kepercayaan diri yg terlalu tinggi, kesombongan, dendam dll.

183cd907d4207e643b0d1a2e4cb531e3

Dan saya, saya hanya mengikuti mereka yang tidak membanggakan profit”nya, mereka yang tidak pernah mengatakan setup-setupnya selalu benar. Karena saya yakin mereka pernah loss juga, mereka pernah MC juga, mereka melakukan kesalahan juga. Persis seperti kita (seperti saya tentunya).

Konon Thomas Alfa Edison melakukan 9998 kali kesalahan untuk membuat lampu pijar supaya menyala, dan hanya dipercobaan ke 9999 dia berhasil menyalakannya. Dia mengatakan : SAYA BISA TAHU RIBUAN CARA AGAR LAMPU TIDAK MENYALA..”.

Mereka –para pro trader– tidak pernah merasa lebih baik dari siapapun (setidaknya mereka tidak mengatakan itu). Yang paling jelas terlihat dari mereka adalah karakter professionalnya; cara mereka menulis atau cara menjelaskan teknik”nya. Mereka santun, halus, dengan bahasa yang digunakanya pun enak untuk dibaca; di web atau di buku” yang mereka tulis.

Ada 2 buah artikel (sebagai contoh) yang pernah saya baca:
Yang pertama judulnya; “Jangan masuk market ketika anda sedang membutuhkan uang..”
Ini aneh, karena jelas saya trading untuk mencari keuntungan, karena kebutuhan akan profit. Tetapi setelah dipahami benar-benar isi dari artikel ini ternyata mereka menginginkan kita/trader supaya menetralisir emosi terlebih dahulu sebelum masuk market. Kebutuhan akan uang yang berlebihan akan mempengaruhi kita secara psikis.

Kemudian artikel ke-dua judulnya : “Kenapa saya harus selalu merasa gembira..”.
Silakan anda simpulkan maksud dari si pro-trader dengan artikelnya ini. Mudah ditebak kan?

DSC_1052-1024x683

Dari situlah saya memiliki keyakinan bahwa dalam perjalanannya berbisnis forex/trading ini akan dapat membentuk karakter atau pribadi tradernya, yg pada akhirnya seorang yg pro dan tidak pro dapat dilihat dan dibedakan dari seperti apa pencapaian karakter kepribadian nya.

Tentunya pencapaian karakter yang demikian akan diikuti dengan profit-profit yang mengagumkan.

Sekarang, kembali kepada kita masing”.
Pertanyaannya adalah;
“Sudah se-professional apa kita dalam berbisnis forex ini..?”
Jawabannya ada pada diri kita sendiri.

-doct-
#Sekedar_Opini

Leave a Reply