Apa yang terjadi dengan Professional Trader..?

Apa yang seharusnya terjadi pada kita setelah menjadi professional trader..? Kekayaan kah?
Boleh jadi. Tetapi ttg “kekayaan materi” itu sifatnya relatif.
Indikator kaya-atau-tidaknya seseorang paling” diukur dari average masyrakat. (Atau diukur oleh egonya sendiri)

Dari apa yang saya temukan, jujur saya belum menemukan istilah “master” yg dilekatkan kepada seorang trader yg boleh dibilang level profitnya sudah Wuih! atau Wow!
Mungkin karena belum banyak tempat yg sy kunjungi, hingga blm smpat menemukan seseorang professional trader yang menyebut dirinya sebagai “master trader”.
Tetapi istilah “mastering”, “mentor/guru”, “coach” itu banyak dan sering disebutkan.
Saya memahami kata “mastering” itu sebagai “kemampuan seseorang menguasai teknik-teknik, object-object atau sistem tertentu. Termasuk dlm keilmuan forex trading”. Istilah ini memiliki artinya luas tidak hanya dilekatkan pada forex/trading saja.

Istilah “master trader” bagi saya hanyalah sekedar pemberi kesan “wah” untuk seseorang trader. Tetapi apa maksud dari kesan ini? mungkin dimaksudkan untuk menarik/mencari keuntungan tertentu.
Istilah “mentor”, “guru” atau “coach” itu lebih smooth, lebih elegan karena berkesan “pemberi pendidikan/ilmu”, atau “yang bekerja memberi pencerahan”.

Dengan tulisan ini saya hanya sekedar share apa yang saya pahami saja, yang masih sangat jauh dari apa yg sebenarnya tersedia di semesta trading forex.

“Professional Trader” itu istilah tertinggi yang saya temui, dan saya suka dengan penamaan itu.
Hanya 2 level peng-istilahan trader yaitu : “trader” dan “professional trader”. Thats it! tidak lebih tidak kurang, hanya 2.
Kenapa saya suka dengan hanya 2 peng-kategori-an ini? karena jenjang nya menjadi sempit, tidak bias, berkesan akrab, friendly, smoothly, calmly dan silently.

Kembali kepada pertanyaan pertama : “Apa yang seharusnya terjadi pada kita setelah menjadi professional trader..?”
Pada pertanyaan tsb ada kalimat “yang seharusnya terjadi”, ini adalah kalimat penegasan sebagai indikator pencapaian tertinggi seorang trader.
Seorang professional trader pasti sarat dengan pengalaman, loss and profit, win and lose, jam terbang yang tinggi, Ilmu pengetahuan dan pemahaman teknik yang dimiliki nya jelas lebih banyak dari kita, trader.
Apa hal besar yang saya temui dari mempelajari pengetahuan dan cara trading mereka?
Adalah “psikologi trading”. Tentang psikologi trading ini sangat kental saya temui, benang merah diantara mereka, para professional trader itu.
Pengetahuan dan praktek “psikologi trading” lah yang menjadikan mereka “berbeda” dengan kita (setidaknya berbeda dengan saya🙂 )

Menekuni bisnis forex memang melibatkan hal hal yang berkaitan dengan psikologi sang trader. Itu lah kenapa banyak artikel dari para pro-trader yang mengajarkan kita tentang pengendalian emosi, keserakahan, harapan yg berlebihan, kepercayaandiri yg terlalu tinggi, kesombongan, dendam dll.

Dan saya, saya hanya mengikuti mereka yang tidak membanggakan profit”nya, mereka yang tidak pernah mengatakan setup-setupnya selalu benar. Karena mereka pernah loss juga, mereka pernah MC juga, mereka melakukan kesalahan juga. Persis seperti kita (seperti saya tentunya).

Konon Thomas Alfa Edison melakukan 9998 kali kesalahan untuk membuat lampu pijar supaya menyala, dan hanya dipercobaan ke 9999 dia berhasil menyalakannya. Dia mengatakan : SAYA BISA TAHU RIBUAN CARA AGAR LAMPU TIDAK MENYALA..”.

Mereka –para pro trader– tidak pernah merasa lebih baik dari siapapun (setidaknya mereka tidak mengatakan itu). Yang paling jelas terlihat dari mereka adalah karakter professionalnya; cara mereka menulis, cara menjelaskan teknik”nya. Mereka santun, halus, dengan bahasa yang digunakanya pun enak utk dibaca. di web atau di buku” yang mereka tulis.

Ada 2 buah artikel (sbg contoh) yg pernah saya baca:
Yang pertama judulnya; “Jangan masuk market ketika anda sedang membutuhkan uang..”
Ini aneh, jelas saya trading untuk mencari keuntungan, krn kebutuhan akan profit. Setelah dipahami benar” isi dari artikel ini ternyata mereka menginginkan kita/trader supaya menetralisir emosi terlebih dahulu sebelum masuk market. Karena kebutuhan akan uang yang berlebihan akan mempengaruhi kita secara psikis.
Artikel ke-dua judulnya : “Kenapa saya harus selalu merasa gembira..”.
Silakan anda simpulkan maksud dari si pro-trader dengan artikelnya ini. Mudah ditebak kan?

Dari situlah saya memiliki keyakinan bahwa dalam perjalanannya berbisnis forex/trading ini akan dapat membentuk karakter atau pribadi tradernya, yg pada akhirnya seorang yg pro dan tidak pro dapat dlihat dan dibedakan dari seperti apa pencapaian karakter kepribadian nya.

Sekarang, kembali kepada kita masing”.
Pertanyaannya adalah;
“Sudah se-professional apa kita dalam berbisnis forex ini..?”
Jawabannya ada pada diri kita sendiri.

-doct-

Leave a Reply