analisa

Bad Position? inilah 4 tanda kita telah mengambil posisi yang buruk

Apapun trading sistem yang digunakan, harus memiliki beberapa aturan yang jelas dan ketat yang dapat memberitahu kepada kita kapan harus entry posisi, dimana posisi stop loss dan target yang ideal. Ketika kita berpegang kepada suatu sistem trading atau ketika teman kita mengajarkan untuk memahami dengan benar dan jelas apa yang harus dilakukan dengan sistem tersebut, tetapi kita masih melakukan kesalahan dan mengambil beberapa posisi yang berakhir loss. Mengapa sistem ini belum berfungsi seperti yang diharapkan?

Jika kita melihat atau merasakan salah satu dari tanda-tanda di bawah ini sebelum mengklik tombol buy atau sell pada platform trading, maka kita harus tahu bahwa trading-setup pada saat itu mungkin tidak kuat dan kurang sempurna :

  1. Kita menggunakan analisa yang terlalu banyak.
    Ketika ada setup yang sempurna, kita akan melihatnya dengan sangan jelas dan mengambilnya dalam beberapa detik saja. Tetapi jika setup tersebut membuat kita harus menganalisa terlalu banyak, itu berarti setup tidak baik dan kita hanya sedang mencoba untuk meyakinkan diri sendiri untuk mengambil posisi. Belajar untuk mengetahui situasi ini, segera setelah kita melihat bahwa kita menganalisa terlalu banyak dan bertanya pada diri sendiri apakah harus ambil posisi atau tidak, maka hanya ada satu hal yang harus kita lakukan: Kita jangan masuk market, jangan mengambil posisi apapun!
  2. Kita me-refer kepada banyak TimeFrame.
    Boleh jadi trading sistem kita hanya membutuhkan sebuah timeframe saja sebagai acuan trade-setup nya, atau gaya trading kita hanya fokus pada satu timeframe saja. Namun, kadang-kadang kita merasa perlu untuk merujuk pada timeframe lain untuk melihat dan membandingkan. Jika hal ini disebabkan karena kita merasa tidak yakin dengan signal pada timeframe favorit kita, ini adalah tanda yang menunjukkan bahwa trading-setup kita tidak cukup kuat dan sempurna. Sebuah trade-setup yang kuat dan sempurna  akan membuat kita tidak merasa ragu-ragu.
  3. Kita memeriksa News, rilis Fundamental dan Teknikal pada banyak web yang berbeda
    Ketika trade-setup menunjukkan signal tetapi kita merasa ragu untuk mengambil posisi, kemudian kita mencoba konfirmasi di beberapa website yang merilis News dan analisis untuk mencari tahu apakah posisi signal tersebut sudah benar atau belum.
    Jika kita cukup yakin dengan trade-setup yang kita gunakan, seharusnya kita tidak perlu lagi merefer kepada rilis News dan analisa lain. Mencari konfirmasi dari resource lain berarti kita telah mencoba “meyakinkan” diri sendiri lagi. Maka dari itu kita harus lupakan untuk mengambil posisi saat ini, dan tunggu kembali trade-setup yang kuat yang mampu meyakinkan kita untuk mengambil posisi yang baik.
  4. Kita merasa lebih tertekan dari biasanya.
    Ketika kita akan mengambil posisi market dengan trading-setup yang buruk dan lemah, kita akan merasa stres dan tertekan terlebih dahulu. Kita bertanya kepada diri sendiri; “apakah saya harus mengambil posisi sekarang, atau hindari?” Jika akhirnya “demon” yang memenangkan pegulatan bathin ini dan membuat kita mengambil posisi market, kemudian menyebabkan kita tidak bisa meninggalkan komputer, terus menerus duduk memandangi chart karena waswas, khawatir dan takut dengan apa yang akan terjadi dengan posisi yang kita ambil tadi.Saatkita merasa menyesal dan tidak cukup berani untuk menutup posisi, kita akan mengatakan mungkin pasar berbalik dan keluar di titik impas. Tentu saja kadang-kadang ini malah diakhiri dengan keluar pada titik minus (rugi). Jika kita mengulangi kesalahan ini, maka itu akan menghapus akun kita lebih cepat. Biasanya yang trading seperti ini tidak cukup disiplin untuk menetapkan stop loss yang tepat dan tidak setia dengan aturannya sendiri. Mereka juga tidak menetapkan stop loss, atau jika mereka menggunakan SL mereka akan melebarkan SL ketika harga akan mengenai titik SL tersebut.Trade-setup yang sempurna akan membuat kita “tersenyum” setelah kita mengambil posisi. Kita merasa senang dengan posisi yang diambil. Kita menempatkan StopLoss dan target, kemudian kita bisa enjoy meninggalkan chart untuk kegiatan lain. Dan kita merasa bahwa kemungkinan besar akan menemukan kembali trade-setup yang kuat seperti itu di waktu yang akan datang.

Hal yang dijelaskan di atas sangat mudah untuk dipahami. Jika Anda melihat salah satu dari tanda-tanda di atas sebelum entry posisi, maka Anda harus menghindari mengambil posisi apapun, dan Anda masih harus menunggu untuk trading-setup berikutnya yang lebih sempurna dan kuat. Anda lebih baik bermain menjadi aman, daripada menyesal.

Cara yang lebih mudah adalah kita harus lebih mengenal diri sendiri kemudian mampu mengendalikan emosi kita sendiri. Jika kita merasa stres ketika ingin mengambil posisi, maka kita harus meninggalkan komputer dan tidak mengambil posisi apapun. Jika kita belum sanggup mencapai level “sabar menunggu strong-trade-setup untuk mengambil posisi market dengan ketenangan pikiran”, maka kita harus melakukan latihan kembali. Kebanyakan trader memulai dengan real-akun saat mereka sebenarnya belum siap sama sekali. Menang beberapa kali pada akun demo tidak berarti bahwa kita siap untuk live trading.

Menganalisa diri kita sendiri sebelum mengambil posisi, dan jika melihat salah satu tanda-tanda di atas, maka jangan klik tombol buy / sell.

Setuju?

-doct-
Prima[smart]Trading

Leave a Reply