mindset

Psychology of Forex Trading dan Stop Loss

Ketika saya membaca buku atau artikel-artikel yang menceritakan tetang bagaimana para profesional trader bisa mendapatkan profit yang konsisten, saya menangkap penekanan tentang psikologi trading yang lebih terasa daripada teknik/strategi yang mereka gunakan. Sehingga saya selalu tertarik untuk berbicara dan berdiskusi dengan teman-teman lain tentang psikologi trading ini.

Trading Forex tidak hanya mengenai teknik dan strategi. Situasi mental trader sangat penting dalam trading. Salah satu masalah penting yang sulit ditangani secara mental oleh pemula adalah ketika mereka kehilangan uang.
Pada awalnya mereka sangat antusias dan telah bermimpi tentang uang yang akan didapatkan melalui trading forex, tetapi ketika loss, semua harapan mereka dan mimpi menjadi seperti sia-sia. Ini adalah situasi yang sulit. Jika mereka tidak tahu bagaimana menangani dan tidak tahu jalan keluarnya, ini akan mengakibatkan rasa kecewa dan menyerah.

Pertama-tama, kita harus menetapkan stop loss yang tepat dan reasonable (masuk akal). Stop loss yang tepat dan wajar berarti stop loss yang tidak terlalu ketat dan terlalu lebar. Sistem trading Anda seharusnya dapat menunjukkan posisi yang tepat dan ideal; di harga berapa stop loss harus ditempatkan.

Hal lainnya adalah bahwa posisi SL tidak boleh terlalu besar, supaya Anda tidak terlalu mengambil banyak risiko dan menjaga kerugian sekecilmungkin yang dapat Anda tolelir.
Ada banyak artikel bagus yang membicarakan tentang topik penting ini. Luangkan waktu Anda untuk menemukan artikel-artikel tersebut dan membaca dengan cermat. Topik tersebut diantaranya mengenai :

  1. Money Management di dalam Forex
  2. Risk/Reward Ratio pada Forex
  3. Leverage, Margin, Balance, Equity…

Katakanlah Anda telah menetapkan stop loss yang tepat, kemudian harga bergerak ke posisi ini dan Anda kehilangan uang. Untuk trader baru hal ini terlihat seperti sebuah kegagalan. Tetapi dalam kenyataannya jika stop loss yang ditentukan itu cukup masuk akal, tidak mengambil terlalu banyak risiko (kerugiannya tidak terlalu besar dibandingkan dengan balance account), maka ini tidak dapat dikatakan suatu kegagalan.

Jika Anda telah menguasai sistem trading Anda sendiri, dan secara turut-menurut dapat mengulang kesuksesan sistem trading itu, maka satu-dua kali kerugian pasti tidak akan membuat Anda kecewa. Pengalaman trading, seringnya berlatih dengan akun demo, menyebabkan Anda tahu bagaimana memulihkan kerugian tersebut.

Jika kita merasa terlalu kecewa setelah mengalami kerugian, itu berarti kita belum menyelesaikan proses pembelajaran dengan baik, dan kita telah melakukan sesuatu yang salah pada real akun trading kita. Untuk itu, kita benar-benar harus BERHENTI dahulu dengan real account, dan kembalilah ke tahap belajar dengan menggunakan akun demo.
Bagaimanapun juga kita akan selalu punya waktu untuk memulai live trading. Kita akan melakukannya kembali ketika kita benar-benar siap dan pada saat yang tepat.
Namun, jika kita melakukan trading forex tetapi belum cukup siap menerima itu, kita hanya akan kehilangan uang dan akan “menyakiti” bisnis trading kita sendiri.


Mereka mengatakan lebih dari 95% dari trader mengalami loss dan banyak dari mereka berujung dengan kata “menyerah” pada bisnis ini. Hal ini karena berbagai jenis kesalahan yang tidak dapat ditolelir – tidak dapat diterima oleh dirinya sendiri. Banyak dari trader pemula yang terlalu dini memulai trading menggunakan live account, padahal mereka belum cukup menghabiskan waktu lebih banyak untuk belajar.

Saat Anda merasa tertekan dengan posisi trading yang terkena stop loss, dan Anda tidak berani membuka kembali posisi trading untuk waktu yang lama, itu artinya ada yang salah dengan sistem trading Anda. Periksa, analisa dan carilah dengan teliti apa kesalahannya. Setidaknya anda “harus” menemukan salah satu dari kesalahan berikut :

  1. Stop Loss yang terlalu lebar.
  2. Posisi Lot yang terlalu besar.
  3. Belum menguasai sistem trading Anda sendiri, dan Anda belum menyelesaikan tahap belajar, tetapi sudah mulai trading dengan live account. Posisi yang terkena stop loss lebih banyak, sehingga tingkat keberhasilan (profit) menjadi sangat rendah.
  4. Anda trading menggunakan modal dari sumber yang Anda tidak dapat mentolelir kerugian.
  5. Anda memaksa diri Anda untuk menghasilkan uang melalui trading forex dengan tergesa-gesa, saat anda tidak memiliki backup keuangan yang cukup.

Tiga masalah pertama di atas dapat diselesaikan dengan mudah jika kita berhenti trading dan kembali belajar. Dan saat kita merasa cukup dan selesai pembelajarannya, kita dapat mulai trading lagi.
Masalah nomor 4 dan 5 juga sangat mudah solusinya. Jika kita membuka live akun trading menggunakan semua tabungan yang kita punya, padahal uang itu untuk masa pensiun kita, maka kita telah melakukan sesuatu yang teramat sangat mengerikan sekali! Kita akan menjadi musuh terbesar diri kita sendiri.

Kadang-kadang kita “terpanas-panasi”, terpancing oleh seorang teman yang mendengar bahwa kita dapat melipatgandakan uang melalui forex. Padahal kita masih dalam tahap belajar mendalami bisnis trading forex. Dia berkata bahwa kita harus cukup jantan mengambil risiko dengan memulai membuka live akun menggunakan semua uang yang ada, yang sebenarnya uang tersebut sudah sangat sulit kita memperolehnya. Tak seorang pun (trader profesional) yang telah melakukan hal demikian sampai sejauh ini. Kita dapat kehilangan semua uang yang dimiliki. Jika demikian yang terjadi pada Anda saat ini, maka tariklah uang Anda dan tutup dulu live akun Anda.
That’s it.

Masalah ke lima, kita tahu bahwa kita harus memiliki pekerjaan dan penghasilan yang konsisten yang dapat mengcover pengeluaran Anda, sementara Anda belajar untuk trading forex. Tetapi jika belum memiliki pekerjaan, Anda tidak harus membuka live akun dengan mendepositkan semua simpanan yang Anda punya. Karena Anda akan kehilangan uang itu juga. Ketika Anda siap untuk memulai live trading, Anda dapat memulai membuka akun dengan modal kecil dibawah $100 kemudian meningkatkannya perlahan-lahan.

-doct-
Prima[smart]Trading

Leave a Reply